This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Kematian Maternal ! Penyebab Kematian Maternal



Kematian Maternal
Kematian Maternal



Kematian Maternal - Umumnya ukuran yang dipakai untuk menilai baik-buruknya keadaan pelayanan kebidanan (maternity care) dalam suatu negara atau daerah ialah kematian maternal ( maternal mortality ) .Menurut definisi WHO " Kematian maternal adalah kematian seorang wanita waktu hamil atau dalam 42 hari sesudah berakhirnya kehamilan oleh sebab apapun, terlepas dari tuanya kehamilan dan tindakan yang dilakukan untuk mengakhiri kehamilan ". Sebab-sebab kematian ini dapat dibagi dalam 2 golongan , yakni yang langsung disebabkan oleh komplikasi-komplikasi kehamilan , persalinan dan nifas , dan sebab-sebab yang lain seperti penyakit jantung , kanker, dan sebagainya ( associated cause ). Angka kematian maternal ( maternal mortality rate ) adalah jumlah kematian maternal diperhitungkan terhadap 1.000 atau 10.000 kelahiran hidup , kini di beberapa negara malahan terdapat 100.000 kelahiran hidup.

Kemajuan yang dicapai dalam kira-kira setengah abad terakhir telah diumumkan oleh banyak penulis . Di Inggris angka kematian telah menurun dari 44,2  per 10.000 kelahiran dalam tahun 1928 menjadi 2,5 per 10.000 dalam tahun 1970 ( Chamberlain dan Jeffcoate, 1966, Stallworthy, 1971 ) . Perkembangan ini terlihat pula pada semua negara-negara maju, umumnya angka kematian maternal kini dinegara-negara itu berkisar antara 1,5 sampai 3,0 per 10.000 kelahiran hidup.

Angka kematian yang tinggi setengah abad yang lalu umumnya mempunyai 2 sebab pokok :


  • Masih kurangnya pengetahuan mengenai sebab-musabab dan penanggulangan komplikasi-komplikasi penting dalam kehamilan, persalinan , serta nifas.
  • Kurangnya pengertian dan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi.
  • Kurang meratanya pelayanan kebidanan yang baik bagi semua yang hamil.

Setengah abad yang lalu sebab-sebab penting kematian maternal sebagai berikut :

Sepsis Puerperalis

Walaupun  Semmelweiss sudah pada tahun 1874 menunjukkan bahwa sepsis puerperalis disebabkan oleh infeksi dan bahwa dokter  dan bidan seringkali merupakan pembawa infeksi itu pada wanita yang sedang bersalin, namun masih jauh dalam abad ke- 20, hal ini belum diterima secara umum di kalangan para dokter.. Baru setelah dengan kemajuan ilmu mikrobiologi dibuktikan bahwa sebab utama penyakit tersebut ialah berbagai jenis streptokokus, bahwa kuman-kuman tersebut di bawa oleh dokter , bidan, atau tenaga lain yang menghadiri persalinan itu, atau oleh wanita lain yang sedang menderita penyakit tersebut , dan bahwa dapat dilakukan tindakan-tindakan untuk mencegah timbulnya serta menjalarnya penyakit. Akan tetapi, pemberantasan yang sungguh-sungguh berhasil baru tercapai dengan ditemukannya obat-obat sulfonamide dan kemudian penisilin.

Berkat usaha-usaha ini peranan sepsis puerperalis yang dahulu merupakan sebab kematian maternal yang sangat penting , kini sudah bayak berkurang . Walaupun demikian , bahaya laten tetap ada dan pencegahan terhadap timbulnya penyakit ini perlu terus-menerus diadakan.Perlu dikemukakan bahwa abortus yang dilakukan oleh tenaga- tenaga bukan ahli dengan kurang atau tidak mengindahkan asepsis masih merupakan faktor penting dalam terjadinya sepsis dalam hubungan dengan kehamilan.

Pendarahan

Sebab-sebab pendarahan yang penting ialah pendarahan antepartum ( plasenta previa dan solusio plasenta ) dan pendarahan postpartum ( retensio plasenta, atonia uteri, trauma kelahiran ) selanjutnya abortus dan kehamilan ektopik. Frekuensi kematian maternal dalam hal ini juga turun ,terutama dengan penggunaan transfusi darah secara rutin pada kejadian itu. Selain itu ada faktor-faktor lain yang ikut membantu , yakni organisasi pelayanan kebidanan yang lebih baik sehingga pertolongan dapat diberikan dengan lebih cepat , kemajuan dalam penanganan berbagai kelainan seperti plasenta previa , dan atonia uteru postpartum , paritas yang rendah pada wanita-wanita, serta keadaan sosial ekonomis yang lebih baik di negara-negara maju .

Gestosis ( Dahulu dikenal dengan toksemia gravidarum )

Istilah ini menampung preeklampsia, eklampsia, dan kelainan-kelainan dalam kehamilan yang berdasarkan hipertensi menahun, penyakit ginjal, dan sebagainya.Dengan perluasan dan peningkatan mutu pengawasan antenatal yang dapat dinikmati oleh hampir semua wanita hamil , maka walaupun sebab-sebab preeklampsia dan eklampsia tidak diketahui angka kematian disini dapat pula diturunkan.

Perlukaan Kelahiran

Dahulu perlukaan kelahiran merupakan sebab kematian maternal yang tidak jarang ditemukan berhubung dengan tindakan-tindakan bedah vaginal yang sukar , akan tetapi dengan kemajuan dalam ilmu dan praktik kebidanan , tindakan-tindakan itu dalam banyak hal dapat dihindarkan atau diganti dengan tindakan yang lebih aman.

Trombo-Embolismus

Angka kematian maternal karena trombo-embolismus, dan karena sebab-sebab diluar kehamilan seperti penyakit jantung dan sebagainya menurun pula dengan lebih sempurnanya usaha-usaha untuk mencegah dan mengawasi serta manangani penyakit-penyakit yang bersngkutan.

Penuruna angka kematian maternal yang mengagumkan itu dicapai dengan penurunan secara proporsional berbagai sebab kematian yang penting, kecuali untuk sepsis yang angka turunnya dalam persen lebih banyak dari angka-angka lain.Jika diambil kesimpulan mengenai faktor-faktor yang menyebabkan penurunan angka kematian maternal, perlulah disebut :

  • Kemajuan dalam ilmu dan praktik kedokteran, seperti penemu obat-obatan baru, lebih sempurnanya beberapa teknik pembedahan , lebih banyaknya digunakan transfusi darah, dan lain-lain.
  • Lebih sempurnanya serta meluasnya fasilitas-fasilita untuk memberi pelayanan kebidanan yang baik.
  • Lebih baiknya mutu tenaga-tenaga yang memberi pelayanan dalam bidang kebidanan.
  • Faktor-faktor sosial , lebih sempurnanya kesehatan dan lebih baiknya makanan rakyat pada umumnya.
Akan tetapi, walaupun di negara-negara maju telah di capai hasil-hasil yang sangat memuaskan dalam hal menurunkan angka kematian maternal , analisis yang lebih terinci mengenai sebab-sebabnya menunjukkan bahwa masih tidak jarang terjadi kematian yang sebetulnya dapat di cegah , dan yang disebabkan oleh kesalahan dokter, bidan, atau wanita hamil yang bersangkutan. Berhubung dengan itu masih dapat dilakukan usaha-usaha terus-menerus untuk lebih menurunkan angka kematian maternal ,dan untuk menjaga agar hasil yang sekarang di capai jangan sampai mundur lagi.